Kanal

Anggota DPRD kabupaten Pelalawan Efrizon, minta pihak polres Pelalawan usut tuntas Pengeroyokan Pedagang Sate di Masjid Ulul Azmi

PELALAWAN _ (Bentengmelayu.com) Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, Efrizon, mengecam keras aksi pengeroyokan dan intimidasi yang dialami seorang pedagang sate di kawasan Masjid Ulul Azmi, Pangkalan Kerinci. Peristiwa tersebut dinilai mencederai rasa keadilan dan rasa aman masyarakat, khususnya para pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari berjualan di sekitar area masjid.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis sore (1/1/2026) di pelataran parkir Masjid Ulul Azmi, yang selama ini dikenal sebagai lokasi aktivitas pedagang kaki lima setiap sore hari. Suasana yang biasanya ramai berubah mencekam setelah terjadinya tindakan kekerasan terhadap korban.
Korban merupakan seorang perempuan bertubuh gempal yang sehari-hari berjualan sate untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun pada sore nahas tersebut, ia justru menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh seorang anak perempuan dan seorang ibu yang disebut-sebut masih memiliki hubungan keluarga dengan petugas keamanan Masjid Ulul Azmi. Pemukulan dilakukan secara bertubi-tubi hingga menyebabkan korban mengalami trauma.

Atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan dugaan tindak penganiayaan dan pengeroyokan itu ke Mapolsek Pangkalan Kerinci untuk diproses secara hukum.

Menanggapi peristiwa ini, Efrizon menyampaikan keprihatinan mendalam serta mengecam keras tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan masjid. Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian harus segera bertindak tegas dan profesional.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Kepolisian harus segera memproses hukum para pelaku, melakukan penahanan sesuai ketentuan, dan memberikan keadilan kepada korban. Jangan sampai pedagang kecil terus menjadi korban intimidasi,” tegas Efrizon.

Selain itu, keresahan juga dirasakan oleh para pedagang lain yang berjualan di sekitar Masjid Ulul Azmi. Salah seorang pedagang yang meminta namanya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kejadian tersebut bukanlah peristiwa pertama yang menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan pedagang.

“Yang paling miris, saat pengeroyokan itu terjadi, pelaku didukung langsung oleh suami atau bapak dari mereka yang main tangan. Bahkan sempat terdengar menyuruh ‘bunuh’ korban. Intinya, semua pedagang yang berjualan di situ sudah lama merasa risih dengan keluarga security tersebut,” ungkapnya.

Pedagang tersebut juga menyebut bahwa sejak lama keluarga yang bersangkutan kerap melarang pedagang lain untuk berjualan di area tersebut, namun kini justru diduga ingin menguasai lokasi berjualan secara sepihak.

“Dulu yang melarang pedagang jualan itu dia juga, sekarang malah mencari masalah. Intinya dia saja yang mau berjualan di situ. Kalau lapaknya sepi, pedagang lain dipersulit. Kami sering dibuat sakit hati, mentang-mentang suaminya security masjid,” lanjutnya.

Ia berharap aparat kepolisian dan pihak terkait segera turun tangan demi menciptakan rasa aman dan keadilan bagi para pedagang kecil.

“Kami mohon dibantu, Pak. Kalau security itu masih ada di masjid, pedagang pasti tidak akan merasa nyaman,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman atas laporan korban guna mengungkap secara jelas kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER