Kanal

Heboh! Tiga Ekor Harimau Sumatra Muncul di Tepi Jalan Desa Pulau Muda, Warga Resah

PELALAWAN _ (Bentengmelayu.com) Masyarakat Desa Pulau Muda dibuat heboh dengan kemunculan tiga ekor Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), satwa liar yang dilindungi, yang terlihat berada di tepi jalan desa. Peristiwa langka sekaligus mengkhawatirkan ini terjadi di kawasan yang cukup dekat dengan aktivitas warga dan jalur lalu lintas utama desa.

Kemunculan tiga ekor harimau tersebut sempat direkam oleh beberapa warga yang melintas di lokasi. Rekaman video itu kemudian dengan cepat menyebar luas di media sosial dan grup percakapan warga. Menariknya, tidak hanya satu video yang beredar, melainkan beberapa rekaman dari sudut pandang berbeda, sehingga semakin menguatkan kebenaran kejadian tersebut.

Dalam video yang beredar, terlihat jelas beberapa ekor harimau berada di pinggir jalan, tidak jauh dari semak-semak dan kawasan hutan. Kondisi ini menimbulkan kepanikan sekaligus kekhawatiran masyarakat, mengingat lokasi penampakan sangat dekat dengan pemukiman penduduk, kebun warga, serta jalur yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Pulau Muda, Andika, membenarkan adanya kemunculan tiga ekor satwa liar yang dilindungi tersebut. Ia mengatakan bahwa laporan dari masyarakat sudah diterima sejak awal kemunculan harimau itu.

“Benar, ada laporan dari warga terkait kemunculan tiga ekor Harimau Sumatra yang terlihat tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Lokasinya cukup dekat dengan jalan desa,” ujar Andika saat dikonfirmasi. Senin (19/1/2025)

Lebih lanjut, Andika menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Pulau Muda telah berupaya menghubungi pihak terkait, khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), agar segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.Namun hingga saat ini, pihak desa masih menunggu kehadiran petugas di lapangan.

“Pemerintah desa sudah berupaya menghubungi BKSDA agar bisa segera turun. Namun sampai sekarang belum ada petugas yang datang ke lokasi,” tambahnya.

Sementara itu, masyarakat Desa Pulau Muda berharap agar pihak terkait, terutama BKSDA Riau, dapat segera mengambil langkah cepat dan tepat. Warga khawatir, jika tidak segera ditangani, keberadaan harimau tersebut dapat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak dan warga yang beraktivitas di luar rumah pada pagi dan sore hari.

Sejumlah warga mengaku mulai membatasi aktivitas di kebun dan memilih untuk tidak keluar rumah sendirian. Bahkan, beberapa orang tua melarang anak-anak mereka bermain jauh dari rumah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami takut terjadi sesuatu, apalagi harimau itu terlihat di pinggir jalan. Kami minta segera ada penanganan supaya warga merasa aman,” ujar .

Sebagai informasi, Harimau Sumatra merupakan satwa endemik Indonesia yang dilindungi undang-undang dan saat ini berstatus terancam punah. Kemunculan harimau di dekat pemukiman biasanya dipicu oleh berbagai faktor, seperti berkurangnya habitat alami, gangguan lingkungan, atau keterbatasan sumber makanan di hutan.

Masyarakat berharap kehadiran tim BKSDA Riau dapat memberikan rasa aman, sekaligus memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur konservasi satwa liar. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Pulau Muda masih dalam kondisi waspada, dan warga terus menunggu langkah konkret dari pihak berwenang. Harap Kepala Desa Andika.

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER