SPPG Yayasan Tuah Karya Mandiri Diduga Abaikan Kualitas MBG, Roti Berjamur Dibagikan ke Siswa SDN 009 Kuala Terusan

Jumat, 13 Maret 2026

PELALAWAN _ (Bentengmelayu.com) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membantu pemenuhan gizi siswa justru memicu kekecewaan para orang tua murid di SD Negeri 009 Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, roti yang dibagikan kepada siswa dalam paket makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditemukan dalam kondisi berjamur dan tidak layak konsumsi.

Temuan tersebut langsung menuai kritik dari para orang tua siswa. Mereka menilai penyedia makanan dalam program MBG terkesan lalai dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak sekolah.

Dari foto yang beredar di kalangan wali murid, terlihat beberapa roti dalam kemasan plastik telah ditumbuhi jamur berwarna kehijauan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena makanan yang sudah berjamur berpotensi membahayakan kesehatan siswa jika tetap dikonsumsi.

Salah seorang orang tua siswa mengaku sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Menurutnya, makanan dalam program MBG seharusnya melalui pengawasan ketat sebelum dibagikan kepada siswa.

“Ini makanan untuk anak-anak sekolah. Kalau sudah berjamur seperti ini jelas tidak layak dimakan. Biasanya roti yang sudah berjamur itu sudah lama atau bahkan sudah melewati masa kedaluwarsa,” ujarnya dengan nada kecewa.

Para orang tua pun mempertanyakan sistem pengawasan terhadap makanan yang disalurkan melalui program MBG. Mereka menilai pihak penyedia seharusnya memastikan makanan yang dibagikan benar-benar dalam kondisi layak konsumsi.

Tim media kemudian menelusuri sumber penyedia makanan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket MBG untuk sekolah tersebut disuplai oleh SPPG yang dikelola Yayasan Tuah Karya Mandiri.

Lebih lanjut diketahui, yayasan tersebut diduga dimiliki oleh seorang pengusaha berinisial YT. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan media Benteng Melayu terkait temuan roti berjamur tersebut.

Kasus ini memunculkan desakan dari sejumlah orang tua agar pihak terkait, termasuk instansi pengawas program MBG, segera melakukan evaluasi terhadap kinerja penyedia makanan. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang, mengingat program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak sekolah.

Jika pengawasan terhadap kualitas makanan tidak diperketat, program yang seharusnya membawa manfaat bagi siswa justru berpotensi membahayakan kesehatan mereka. Hingga kini, para orang tua masih menunggu penjelasan resmi dari pihak penyedia maupun instansi terkait mengenai insiden tersebut.