• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Sosbud
  • Nasional
    • Opini
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Nasional
  • Daerah
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • Opini
  • Sosbud
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Opini
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
PTUN Pekanbaru Sidang Perkara Izin PT PKS, IUP Diterbitkan Dilokasi HTI
Dibaca : 3623 Kali
Rebutan nomor urut, dua caleg PAN duel hingga tewas
Dibaca : 3015 Kali
WANITA TEMAN WAKIL BUPATI ROHIL DIHOTEL TERNYATA SEORANG PEJABAT
Dibaca : 3512 Kali
Kejagung Copot Jaksa EKT Diduga Peras Guru SD yang Anaknya Terjerat Kasus Narkoba
Dibaca : 2401 Kali
Anies Baswedan Tepis Koalisi Perubahan Pecah: Sudah Ada Kesepakatan Tertulis Bersama 3 Partai
Dibaca : 2453 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pelalawan

Lahan seluas kurang lebih 55 hektare yang diduga kuat merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Pelalawan, namun hingga kini tidak tercatat secara jelas dalam inventarisasi aset daerah

Redaksi

Rabu, 07 Januari 2026 20:15:58 WIB
Cetak
Lahan seluas kurang lebih 55 hektare yang diduga kuat merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Pelalawan, namun hingga kini tidak tercatat secara jelas dalam inventarisasi aset daerah

PELALAWAN _ (Bentengmelayu.com) Media berhasil merangkum informasi dari sejumlah sumber terpercaya terkait keberadaan lahan seluas kurang lebih 55 hektare yang diduga kuat merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Pelalawan, namun hingga kini tidak tercatat secara jelas dalam inventarisasi aset daerah.

Berdasarkan data dan penelusuran pada peta digital ATR/BPN, terdapat dua kemungkinan atas status lahan tersebut, yakni belum memiliki sertifikat atau belum pernah didaftarkan secara resmi ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sesuai ketentuan pertanahan, seluruh sertifikat tanah yang telah terdaftar di BPN pasti muncul dalam sistem peta bidang tanah ATR/BPN.

“Jika tidak muncul di peta BPN, maka dapat dipastikan tanah tersebut belum bersertifikat atau belum didaftarkan,” ungkap sumber yang memahami sistem pertanahan nasional.

Diduga Aset Daerah yang Belum Terinventarisasi Ketiadaan data sertifikat tersebut memperkuat dugaan bahwa lahan itu merupakan aset pemerintah daerah yang belum didaftarkan dan belum dicatat secara resmi sebagai aset daerah, sebagaimana diatur dalam pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).

Ironisnya, lahan yang ditaksir bernilai miliaran rupiah itu kini terlihat seperti tidak bertuan. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan tersebut sebelumnya termasuk dalam kawasan rencana pembangunan Perkantoran Bhakti Praja Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Berubah Jadi Perkebunan Sawit Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi lahan tersebut kini telah berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Perkebunan itu diduga kuat dikuasai oleh seorang pengusaha bernama Loekimin, meski hingga kini belum ada keterangan resmi terkait dasar penguasaan maupun alas hak atas lahan tersebut.

Perubahan fungsi lahan dari kawasan perkantoran pemerintah menjadi perkebunan sawit menimbulkan tanda tanya besar, terutama terkait pengawasan aset, kepemilikan lahan, serta potensi kerugian keuangan daerah.

Pemda Dinilai Lemah Mengelola Aset
Sejumlah pihak menilai Pemerintah Kabupaten Pelalawan lemah dalam menginventarisasi dan mengamankan aset daerah. Aset bernilai miliaran rupiah yang seharusnya menjadi kekayaan daerah justru diduga dikuasai pihak swasta tanpa kejelasan hukum, dan dibiarkan berubah menjadi lahan produktif perkebunan.

“Ini bukan hanya soal administrasi, tapi potensi kerugian daerah. Aset sebesar itu seharusnya tercatat, bersertifikat, dan dijaga,” ujar salah satu pengamat kebijakan publik di Riau.

Desakan Audit dan Penelusuran Hukum Kasus ini memunculkan desakan agar Inspektorat Daerah, BPK, serta aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan aset Pemkab Pelalawan, khususnya aset tanah yang belum bersertifikat.

Selain itu, ATR/BPN diminta membuka data historis status lahan, sementara Pemkab Pelalawan didorong segera melakukan penelusuran administrasi, pengamanan fisik, dan langkah hukum bila terbukti lahan tersebut merupakan aset daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan maupun pihak yang diduga menguasai lahan belum memberikan keterangan resmi.


 Editor : Redaksi,

Ikuti BentengMelayu.com


BentengMelayu.com<

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Gelar Buka Bersama:Husni Tamrin Paparkan Capaian Program Keagamaan di Pelalawan

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:26:05 WIB

PELALAWAN _ (Bentengmelayu.com) Wakil Bupati Pelalaw.

Daerah

Polres Pelalawan menggelar Operasi Pasar Murah: Warga Pelalawan Antusias Belanja Bahan Pangan

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:35:49 WIB

PELALAWAN _ (Bentengmelayu.com) Polres Pelalawan men.

Daerah

Anak Harimau Sumatera Terjebak di Perangkap, Kapolsek Teluk Meranti Puji Kesadaran Masyarakat

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:25:18 WIB

PELALAWAN _ (Bentengmelayu.com) Kapolsek Teluk Meran.

Daerah

HT Group Berbagi: Ajak Fakir Miskin Belanja Pakaian dan Sembako di Bulan Ramadan

Sabtu, 07 Maret 2026 - 21:48:17 WIB

PELALAWAN _ (Bentengmelayu.com) Tak ada ibu yang tid.

Daerah

Organisasi Ikatan Wanita Minang Riau (IWMR) Kabupaten Pelalawan menyalurkan santunan kepada 85 anak yatim

Jumat, 06 Maret 2026 - 21:49:17 WIB

PELALAWAN _ (Bentengmelayu.com) Organisasi Paguyuban.

Daerah

Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, SH Gencarkan Program Bersih-Bersih Masjid

Kamis, 05 Maret 2026 - 09:42:55 WIB

PELALAWAN _ (Bentengmelayu.com) Semangat memakmurkan.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Gelar Buka Bersama:Husni Tamrin Paparkan Capaian Program Keagamaan di Pelalawan
13 Maret 2026
SPPG Yayasan Tuah Karya Mandiri Diduga Abaikan Kualitas MBG, Roti Berjamur Dibagikan ke Siswa SDN 009 Kuala Terusan
13 Maret 2026
Polres Pelalawan menggelar Operasi Pasar Murah: Warga Pelalawan Antusias Belanja Bahan Pangan
13 Maret 2026
Roti Berjamur di Paket MBG SDN 009 Kuala Terusan, Orang Tua Murid Kecewa Berat
13 Maret 2026
Jaksa Penuntut Mati ABK Fandi Minta Maaf: Sudah Dinyatakan Salah dan Dihukum
11 Maret 2026
Anak Harimau Sumatera Terjebak di Perangkap, Kapolsek Teluk Meranti Puji Kesadaran Masyarakat
11 Maret 2026
RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar
09 Maret 2026
Breaking news ; Kebakaran Lahan di Belakang Perumahan BKP Km 5, Damkar Turun Lakukan Pemadaman
09 Maret 2026
Sat Narkoba Polres Pelalawan aman 2 tersangka Narkoba di Pelalawan
09 Maret 2026
HT Group Berbagi: Ajak Fakir Miskin Belanja Pakaian dan Sembako di Bulan Ramadan
07 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Roti Berjamur di Paket MBG SDN 009 Kuala Terusan, Orang Tua Murid Kecewa Berat
  • 2 Sat Narkoba Polres Pelalawan aman 2 tersangka Narkoba di Pelalawan
  • 3 Lantik Denny Gunawan sebagai Dirut Perumda Tuah Sekata 2026–2031, Bupati Zukri Tegaskan Target dan Fakta Integritas
  • 4 Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin Belanjakan Pakaian untuk 70 Anak Yatim
  • 5 Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) menggelar aksi demontrasi ke PT Inti Indosawit Subur (IIS)
  • 6 Kasat Lantas Polres Pelalawan AKP Rizkyan Tatit Hanafi tinjau pengecekan langsung pengerjaan peninggian jalan rawan banjir di Km 75 Jalan Lintas Timur
  • 7 Kapolres Pelalawan dan Bupati Pelalawan hadiri Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026 di Vihara Setya Dhamyacakka

PT Benteng Malayu Media
Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau – Indonesia , Phone. 081267840355
Email: redaksibentengmelayu@gmail.com


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 BentengMelayu.com